Ternyata nama " Jakarta" berasal dari Al qur'an!!!


Taukah kamu kalo ternyata nama Jakarta diambil dari ayat Al qur'an??? Berikut ini penjelasannya menurut ustad adi hidayat yg dijelakan pada salah satu video ceramah nya diyoutube ( sumber video ada di youtube. Kajian tentang islam di nusantara dan wali songo)

Jakarta, berasal dari  Jaya Karta diambil maknanya dari Fathan Mubina yang berarti Kemenangan yang nyata.

Fathan Mubina sendiri diambil dari surat Al Fath ayat 1. Ada beberapa tafsir mengenai penyebab turunnya ayat ini diantaranya kemenangan Rasulullah SAW yang dijanjikan Allah swt pasca perjanjian Hudaibiyah, penaklukan Mekkah ataupun kemenangan pada pertempuran lainnya. Pun demikian dengan asal kata Jaya Karta.

Apakah umat islam menyembah Ka'bah?


Umat islam dunia mengalami kekalahan di Spanyol pada tahun 1492 M yang juga merupakan akhir dari kerajaan islam di Spanyol. Pada tahun 1494 M, pimpinan tertinggi orang Kristen waktu itu, Paus Alexander VI membuat perjanjian Tordesilas. salah satu isinya yaitu membagi bumi menjadi 2 bagian, timur dan barat. Portugis ditugaskan untuk membawa 3 misi suci (Gold, Glory, Gospel) ke timur sementara spanyol ditugaskan ke barat. Portugis tiba terlebih dahulu di Nusantara yaitu daerah Gowa, Sulawesi. Langkah pertama yang dilakukan Portugis adalah melakukan monopoli dagang lalu membangun rumah ibadah (gereja) untuk menyebarkan agama kristen.

Setelah itu, Portugis mendarat pada tahun 1519 M di Sunda Kelapa (nama awal Jakarta). Orang orang ini melakukan intimidasi terhadap warga lokal bahkan memaksa sebagian warganya,yang pada saat itu mayoritas beragama islam, untuk memeluk Kristen. Atas dasar inilah, Sunan Gunung Djati (Syarif Hidayatullah) yang merupakan Sultan Cirebon, (pada saat itu Sunda Kelapa merupakan daerah dibawah pengawasan Kesultanan Cirebon) mengirim menantunya, Fathullah (Warga lokal mengenalnya Fatahillah, Portugis menyebutnya Falatehan) untuk membebaskan wilayah Sunda Kelapa dari cengkeraman Spanyol dan Portugis. Singkat cerita, Fatahillah berhasil membebaskan Sunda Kelapa dari Spanyol dan pada 22 Ramadhan 933 H (22 Juni 1527 M). Fatahillah sendiri menyadari betul bahwa kemenangan ini adalah pemberian dari Allah swt. Oleh karena itu, agar setiap orang mampu mengingat dan mengenang proses pembebasan dari penjajahan, dari upaya Kristenisasi, maka nama Sunda Kelapa diganti menjadi Jaya Karta, yang berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti Kemenangan yang diraih. Makna ini sendiri diambil dari Al Qur’an yaitu, Fathan Mubina (Kemenangan yang nyata). Tanggal 22 Juni juga diperingati sebagai hari kelahiran kota Jakarta hingga sekarang.



Sebagai informasi juga, Syarif hidayatullah (Sunan Gunung Djati) merupakan cucu dari Prabu Siliwangi yang masuk islam setelah menikahi Nyai Subang Larang.

Semoga bermanfaat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apakah umat islam menyembah Ka'bah?

Masya Allah, 1400 tahun lalu proses penciptaan manusia sudah diketahui

Mengenal lebih dekat Ustadz Abdul Somad, Lc, MA

Cukuplah kematian sebagai pemberi nasehat