Hukum Gadai Dalam Islam - Tanya Jawab Ustadz

Mungkin di sekitar kita, ada banyak orang yang mengerjakan aktivitas gadai menggadai. Lantas, apa hukum gadai dalam Islam? Berikut ini merupakan penjelasan dari beberapa ustadz terkait hukum gadai tersebut. Check this out.

1. Hukum Gadai yang dijelaskan oleh ustadz Abdul Somad.

Link penjelasan ceramah ustadz abdul Somad, bisa diakses melalui link berikut ini.
Hukum Gadai - Penjelasan Ust Abdul Somad 

Ada peserta pengajian (PP) yang bertanya pada ustadz Abdul Somad (UAS),

PP       : "Pak Ustadz, Saya pinjam uang 10 juta. ini tanah dan sawah saya sebagai jaminan"
UAS    : "ini uangnya. sertifikat nya saya pegang. Selama kamu belum bisa mengembalikan uang, maka saya tidak akan mengembalikan sertifikatnya dan tanah dan sawah tidak boleh saya pakai"
PP : "baik Ustaz"

Seandainya sawah dan tanah tersebut digarap oleh pak UAS, diambil untungnya, maka termasuk Riba, yaitu setiap pinjaman yang mengambil manfaat dan mengambil keuntungan, yaitu panen padi ataupun yang lain, maka termasuk Riba. Bila ini terjadi, maka yang miskin akan semakin miskin dan yang yang kaya akan semakin kaya, mana mungkin yang meminjam uang bisa bayar, karena setiap tahun dia diperas, akhirnya karena tidak bisa bayar, tanah tersebut diambil oleh yang meminjamkan uang.

Sebenarnya, Islam tidak begitu. dalam hukum Islam yang benar adalah, ketika sang pemilik sawah dan tanah meminjam uang kepada peminjam uang, maka peminjam uang mengizinkan sang peminjam untuk tetap menggarap sawahnya. Dari hasil sawahnya ini lah dia mendapat keuntungan lalu membayar semua hutang hutangnya. ketika sudah lunas semua, maka sertifikat tanah dan sawah baru dikembalikan kepada yang meminjam.

Terus, yang meminjam uang dapat apa???
Yang didapat oleh pemilik modal adalah pahala, surga, akherat karena saling tolong menolong. 

Yang terjadi pada masyarakat sekarang bukanlah saling tolong menolong, tetapi telan menelan. (hadirin tertawa)

(pertanyaaan selanjutnya)
PP       : bagaimana kalo yang digadaikan itu adalah kebun yang memiliki buah buah untuk dipanen, misal kebun kelapa, kebun rambutan . Buahnya dikemanakan ustaz?
UAS     : Buahnya jelas milik yang punya kebun. Sebagai buah keberhasilan memelihara dan merawat kebunnya.  bukan milik yang memberikan pinjaman. Adapun surat tanah, kebun yang digadaikan hanyalah sebagai jaminan. Agar peminjam membayar kewajibannya. Buahnya tetap milik sang pemilik kebun. buah dan keuntungannya nanti dipakai untuk melunasi hutang hutangnya.

Andaipun sang pemilik lahan memberikan sebagian panennya kepada yang meminjamkan uang, maka ini dibolehkan, sebagai hadiah. Bukan bunga.

Nah, itu tadi merupakan penjelasan dari Ustadz Abdul Somad, atau yang dikenal UAS. 
                                                                     Selesai                                                                        

Selanjutnya, dijelaskan hukum gadai menurut penjelasan Ustadz Khalid Basalamah. 


Link penjelasan ceramah ustadz Khalid Basalamah, bisa diakses melalui link berikut ini. 


Ada peserta pengajian (PP) yang bertanya kepada ustadz khalid basalamah, 

PP     : Ustadz, tetangga saya meminjam sejumlah uang dengan jaminan sepeda motor. Halalkah apabila saya memakai sepeda motor itu ke kantor setiap hari selama tetangga saya tersebut belum mengembalikan uang pinjamannya tersebut?

UKHB  : Gak Boleh. jaminan gak boleh dipakai. Darimana hak antum memakai? Kecuali dia bilang, "Saya pinjam uang, ini motor saya sebagai jaminan. Silahkan motor saya dipakai" 
Saya sudah pernah bilang, hutang dan gadai, tidak boleh mengharap balasan. Itu memang sudah jasa akhirat. Dia minjam sejuta, berikan sejuta. Kalo bisa tidak usah memakai jaminan. Tapi kalo memang dia kasih jaminan, dalam satu bulan dia gak bisa bayar berarti itu gadai, digadaikan sama dia, sama saja dia menggadaikan.Kalo hutang tanpa jaminan, ini namanya hutang murni.kalo hutang dengan jaminan ini namanya gadai.Berarti dalam hal ini dia menggadaikan motornya, karena kalo bila sampai jatuh tempo, misalnya sebulan dia belum bisa membayar hutangnya sampai waktu yang disepakati, maka kita punya hak untuk menjual. Boleh kita jual. Andaikan dia meminjam sejuta, lalu motornya laku 5 juta, maka kita mengambil uang yang dipinjam yaitu 1 juta, lalu sisanya dikembalikan kepada peminjam uang tersebut tanpa dikurangi biaya jasa, seperti bunga, uang terima kasih, ataupun yang lainnya. 
                                                                     Selesai                                                                        


Selanjutnya, dijelaskan hukum gadai menurut penjelasan Buya Yahya, 


Link penjelasan ceramah Buya Yahya, bisa diakses melalui link berikut ini. 

PP    :    Buya mau tanya, soal barang yang digadaikan. Yang boleh minta izin untuk pinjam itu yang pinjam uang atau yang punya barang?
BY    :  Inget sudah dijelaskan masalah gadai. Yang meminjam kan uang tidak boleh menggunakan barang gadaiannya!! sebab itu jenis manfaat. jadi kalo anda meminjamkan uang kepada seseorang lalu dia menggadaikan motor kepada anda, anda tidak boleh menggunakannya. Kebanyakan ulama berkata, biarpun anda diberikan izin, sebab izinnya  bisa karena izin kepaksa. Karena apa? karena ya gak enak kalo gak diizini, karena sudah dipinjemi duit. Berkembangnya kedzoliman ini ada di masyarakat sana (Barat -Red). kalau sudah orang pinjam uang, maka gadainya itu sawah. Rupanya setelah itu yang ngerjakan, yang ngarap sawah itu adalah yang minjemin uang. Terus, yang pinjem uang, bayarnya darimana ? Saya punya uang. Anda pinjem uang. Saya pinjamkan uang kepada anda 20 juta, gadaiannya adalah sawah. Ni sawahnya biar saya yang nggarap. HARAM!!

Yang pinjem uang semakin terhimpit. darimana dia punya uang untuk membayar hutangnya?? Wong sawahnya dipakai oleh yang pinjamkan uang. 

Adapun yang meminjam uang boleh untuk mengolah sawahnya asal dengan dua syarat yaitu:
1. dapat izin dari yang meminjamkan uang 
2. Nilainya tidak berkurang. 
jadi, yang pinjam uang boleh untuk memakai barang gadaiannya asal dengan dua syarat diatas.

Misalnya, Saya meminjamkan uang kepada anda 100 juta, dengan jaminan/gadaiannya mobil. Mobil ini boleh diletakkan di pihak peminjam uang, di pemberi pinjaman, ataupun di pihak ketiga, karena keduanya belum saling kenal. (Tolong menolong harus berjalan). Jadi jangan gara gara belum kenal, tidak bisa pinjam meminjam. Inilah indahnya dalam islam. 

Anda tidak kenal kami, tapi anda butuh uang. Saya pinjami kepada anda uang pakai gadai. anda juga belum percaya kepada saya, jangan jangan gadainya malah dijual, makanya dititipkan ke pihak ketiga . Seandainya nanti tidak sanggup membayar, maka gadaiannya tersebut bisa dijual. uang penjualannya digunakan untuk melunasi hutangnya dan sisianya diberikan kepada sang pemilik barang 

Jadi kesimpulannya, barang yang digadaikan boleh dipakai hanya oleh yang meminjam uang asal dengan dua syarat diatas yaitu 
1. dapat izin dari yang meminjamkan uang 
2. Nilainya tidak berkurang. 

Agar tidak salah, boleh dicek videonya melalui link yang sama dengan yang ada diatas

                                                                     Selesai                                                                        


Demikian penjelasan dari ketiga ustadz yang insya Allah bisa bermanfaat bagi kita semua. 
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

BTemplates.com

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.
  • ()