Kisah Masuk islamnya Seorang Agnostik secara "terpaksa"

kisah ini didapatkan melalui laman facebook Cordova Media. Kisah masuk Islamnya Danielle LoDuca, seorang wanita asal Amerika. Pada awalnya dia memilih menjadi Agnostik, walaupun keluarga besarnya memeluk agama Katholik. Lalu kemudian Ia memutuskan untuk menjadi Ateis. Pada tahun 2002, hidayah menyapanya dan Dia memutuskan untuk menjadi Muslim. LoDuca adalah alumni lulusan jurusan Seni Rupa dari Pratt Institute, New York. Lo Duca telah berkeluarga dan memiliki 5 orang anak. Berikut ini kisahnya.

Video aslinya bisa ditonton disini,    http://bit.ly/2CWF7x2

Aku tidak pernahbercita cita ingin menjadi seorang muslim,

Aku bahkan tak mau menjadi seorang Kristiani,

Aku benci pada konsep tentang agama yang banyak mengatur ini dan itu,

Aku (ingin menemukan sesuatu) menggunakan akal pikiranku, bukan dengan membaca beberapa kitab kuno agar bisa menemukan jalan hidup. 

Jika Engkau menawariku jutaan dolar untuk memeluk agama tertentu atau yang lain, aku akan menolak,

Salah satu dari penulis Favoritku adalah Bertrand Russel,

Ia beranggapan bahwa agama tidak lebih dari takhayul dan umumnya berbahaya bagi umat manusia,

Ia percaya bahwa pandangan agama dapat menghalangi pengetahuan dan mengajarkan pada ketakutan dan ketergantungan,

Disamping itu, (agama) juga yang bertanggung jawab atas banyaknya perang di dunia,

Aku ingat di saat terbahak bahak ketika membaca buku yang berjudul, "Hei, itukah Kau Tuhan?" yang ditulis Dr. Pasqual,

Didalam buku itu ia mencemooh konsep ketuhanan melalui dialog sindiran. Sindiran itu terlihat masuk akal,

Pemikir (ateis) yang lebih unggul daripada meraka yang mengaku beriman. Aku percaya akan hal itu,

Aku ingin membuktikan secara sistematis bahwa agama itu tidak lebih dari sekedar hoax (kebohongan),

Aku berusaha untuk membuktikannya. namun ternyata, Inilah diriku seorang Muslim,

Memang aku telah bersyahadat, tapi pilihan yang aku ambil bukanlah sebuah pilihan, 

Lebih tepatnya, aku "dipaksa" untuk menerima Islam,

Hal yang menarik adalah ketika berbincang dengan penganut agama, khusunya selain Islam,

aku sering memperhatikan bahwa mereka sangat yakin dengan kepercayaannya,

seakan, seberapa banyakpun pertentangan atau kesalahan yang ada pada kitab mereka,

Mereka akan mengabaikan dan tetap mempertahankan keyakinannya tanpa banyak tanya,

Jarang sekali aku temukan ada kitab yang justru meyakinkan atau menguatkan keyakinan mereka,

Kebanyakan yang terjadi adalah mereka memutuskan untuk langsung mengimaninya,

lalu selanjutnya setelah mengambil keputusan baru mempelajari tentang keyakinan tersebut, 

Mereka tahu apa yang mereka yakini, baik oleh mereka yang sejak lahir sudah beragama ataupun seperti temanku yang pernah berkata:
"Islam tampak asing", sehingga aku tidak pernah mau mempelajarinya. 

Secara pribadi, aku tidak pernah berpikir untuk mencari cari Tuhan

Namun jika aku berfikir untuk melakukannya, aku harus membaca kitab tua, mendatangi bangunan kuno ataupun tokoh tokoh agama. 

Sebenarnya itu tidak didasarkan pada fakta yang nyata. Hanya didasarkan pada asumsi belaka. Aku tidak menemukan bukti. 

Ketika aku membaca buku buku agama, tujuanku bukan untuk mencari kebenaran, tapi tujuanku adalah untuk mencari kecacatan (agama),

Pendekatan ini membuatku untuk mempertahankan objektivitasku (dalam menilai agama)

Aku mendapatkan terjemahan Al Quran secara cuma cuma. 

Aku pernah berbincang dengan mahasiswa Muslim yang menjaga sebuah stand yang di mejanya banyak buku.

Aku bertanya, "Apakah ini gratis?" Ketika mereka mengatakan "Ya", aku mengambil satu dan kembali berkeliling,

Di awal aku tak punya ketertarikan terhadap mereka, 

dengan terjemahan Qur'an gratis ini aku bisa melanjutkan keinginanku untuk menjatuhkan agama. 

Tapi, ketika aku mebaca Qur'an yang mana sampulnya sudah rusak dan beberapa halamannya tersobek, 

aku semakin dan semakin tak berdaya ,,...

Kitab ini berbeda dari kitab agama agama lain yang sudah aku kumpulkan, 

Aku dapat memahaminya dengan mudah dan jelas..,,

Temanku pernah berkata bahwa Tuhan dalam Islam itu penuh amarah dan pendendam. Tapa aku sadari, aku membantah pernyataannya tersebut,,

Aku buka dan bolak balik, lalu seketika terbuka halaman yang mengatakan, 
"Sungguh, Dia Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang," (Qs Yusuf :98)

Seakan akan Al Qur'an berbicara kepadaku secara langsung, menjawab pertanyaan pertanyaanku. 

Itu adalah sebuah kitab tua entah mengapa kandungannya relevan (dengan kehidupan saat ini)

"Al-Qur’an memikat intelektualitasku. Al-Qur’an menjelaskan tanda-tanda, lalu mengajakku untuk berpikir, untuk merenungkan dan mempertimbangkan. Al-Qur’an menolak gagasan keyakinan yang buta, tapi mendorong untuk menemukan alasan dan pemahaman. Al-Qur’an mengarahkan umat manusia untuk berakhlak mulia, mengenal Sang Pencipta, bersikap moderat [tidak berlebihan], melakukan kebaikan dan bersikap rendah hati." 

Selang beberapa waktu, perubahan hidup ini membuatku semakin intensif memperlajarinya. Aku mulai membaca buku buku lain tentang Islam. 

Aku menemukan bahwa Qur'an berisi ramalan begitu pula dengan hadits

Aku menemukan bahwa Rasulullah shallallahu'alaihi wassalam ditegur beberapa kali didalam Al Qur'an. 

Ini terlihat aneh, jika ada yang berfikir bahwa beliaulah yang menulis Al Qur'an 

Aku teringat di saat situasi hangat di apartemenku di suatu malam aku membaca ayat:

"Dan apakah orang orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulu menyatu, kemudian Kami pisahkan keduanya,, dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air, maka mengapa mereka tidak beriman ?" (Qs. Al Anbiya 30)

Pikiranku pecah saat aku membacanya,

Itu adalah penjelasan tentang Big Bang- bukan sekedar teori dan setiap makhluk hidup mengandung air,

Bukankah itu baru saja ditemukan oelh Ilmuwan?

Aku terheran. Itu adlaah momen paling menakjubkan dan juga menakutkan dalam hidupku.

Sekarang apa? hanya ada dua pilihan dan yang satu sebenarnya bukan pilihan sama sekali.

Aku tidak bisa menyangkal apa yang telah aku temukan, mengabaikannya dan melanjutkan hidupku seperti semula,

Aku pun mempertimbangkannya dengan tepat. karena hanya tersisa satu pilihan.

Aku tahu aku harus menerima Islam karena alternatif lainnya jauh dari kebenaran 


                                                           SELESAI                                                              


Video aslinya bisa ditonton disini,    http://bit.ly/2CWF7x2. Mudah mudahan bisa bemanfaat untuk kita semua..
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

BTemplates.com

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.
  • ()