MENDATANGKAN PERTOLONGAN ALLAH..

Oleh Saptuari Sugiharto dari grup fb  Belajar Wirausaha Bareng Saptuari

Diantara puluhan toko getuk goreng yang ada di daerah Sokaraja Banyumas tidak ada satupun yang saya tau mana yang paling ramai dan direkomendasikan banyak orang. Mobil saya asal belok saja ke salah satu toko untuk membeli oleh-oleh usai takziah di Purwokerto kemarin.
Ketika mulai dibungkuskan saya hilir mudik diantara deretan rak-rak berisi makanan cemilan itu, dari yang pedes ada yang manis juga banyak. Dari yang empuk sampai yang kriuk-kriuk.
Sesekali penjualnya melihat ke saya, membuka HPnya, melihat saya lagi.. mmm, apa wajah saya terendus sebagai pengutil yak? Beli lima yang dikantongin lima belas.. apa ya muat kantong saya ini, menjadi orang yang dicurigai itu gak enak deh!
“Itu mas Saptuari yaa..?” 
Eh ternyata kedok saya terbongkar ketika dia bertanya ke istri saya dan saya nguping..
Yaa wis saya ngaku hehe, menyalami penjual itu.. sebut saja namanya pak Agus. Wajahnya sudah menjelang 50 tahun, melayani kami sejak awal nyaris tanpa senyum. Sinyal radar di kepala saya langsung bunyi... dit! dit! diiiiitttt! Pasti ini urusan kredit.. eh!
“Matur suwun mas sudah mampir ke toko saya, tadi saya bolak balik ngecek HP ngeliat video mas Saptu yang ngajak orang bebas utang, benar enggak yaa.. soalnya kaosnya beda.. Video yang saya terima lewat WA itu yang bikin saya gelisah mas, karena persis dengan kondisi sekarang..
Kata pak Agus mengawali..
Naah radar saya bener kan.. baiklah, saya siapkan kuping mendengar curhatnya sambil beliau mengemas getuk goreng yang kami pesen..
“Saya baru tau soal bahaya riba mas, pantes hati ini gak pernah tenang dibuatnya. Tiap bulan ngejar setoran, uang ludes semua, usaha makin sepi.. sudah 8 bulan saya macet gak bisa bayar mas. Berapa hari sekali toko saya ini datangi pihak bank, mereka minta saya menjual toko ini agar segera bisa lunas. Padahal saya rencana menjual rumah saya, karena toko ini tempat mencari rejeki.. “ lanjutnya
“Memang tinggal berapa pak utangnya?”
“Tinggal 300 an juta mas, nah itulah mas.. coba lihat toko saya ini mas, di pinggir jalan propinsi yang ramai, harganya harusnya 2-3 milyar. Mereka terus ngancem kalau enggak segera bayar mau dilelang, bisa rugi besar saya mas.. mau jualan dimana lagi?” Keluhnya
“Awal utangnya dulu berapa pak?”
“Hanya 400 juta, sudah saya bayar selama 5 tahun lah kok masih 300 juta sisa utangnya. Duh pusing saya, ternyata setoran saya beberapa tahun ini habis bayar dibunganya... gimana ya mas?”
Kelihatan wajah galaunya, kalau tiap hari kayak gini banyak konsumen gak nyaman dilayani.. tanpa senyum, tergadai utang.. efeknya berantai, omzet turun karena penjualnya gak ramah, bisa tuh jadi satu alasannya..
“Kalau bisa tetap nego ke bank-nya pak, sampaikan bahwa tetap punya itikad baik melunasi dengan cara menjual asset lainnya, yaitu rumah.. bikin surat resmi saja pak minta keringanan bunga dihapuskan, atau didiskon karena kondisi toko yang sedang sepi, bahkan persilahkan mereka nunggu disini pak, menghitung omzetnya berapa kalau gak percaya, sambil bapak terus upaya menjual rumahnya..” lanjut saya
Itulah salah satu sifat buruk utang.. MEMBAYAR KEPASTIAN DENGAN KETIDAKPASTIAN.. bayar utang pokok dan bunga itu pasti, jualan rame belum pasti. Resiko ‘untung bareng - rugi bareng’ yang syar’i tidak berlaku disini.
“Saya sudah iklankan kemana-mana, tapi belum laku juga mas. Siang malam gelisah, sampai bingung mau gimana lagi..”
“Naah itulah pak, banyak yang dalam kondisi kepepet fokus ke masalah, dan tidak mau melibatkan Allah.. mohon maaf pak, apa selama ini ibadahnya masih bolong-bolong? Sholat subuh di masjid enggak pak?, sedekahnya rutin belum? Sudah menyenangkan anak-anak yatim belum?”
Saya yang bukan ustadz kalau nembak masalah ini suka jengah sendiri, kayak ngambil kaca kalau saya menasehati tapi tidak konsisten menjalani.. saya termasuk golongan orang munafik.. 
ampun ya Allah!
Pak Agus langsung berbalik ke arah saya.. 
“Itulah mas, saya mau konsisten ibadah kok susaaah ya mas. Apa kebawa hati yang gelisah yaa.. udah 3 hari sholat subuh di masjid, lain hari kesiangan, besoknya saya jadi males ke masjid lagi..”
“Itu mungkin satu yang menghambat solusi hadir pak, gak konsisten.. gak istiqomah! Kita ini manusia penuh dosa, iman naik turun itu biasa, tapi kita harus bisa memaksa badan ini untuk konsisten menjalaninya.. sholat itu BUKAN BEBAN, justru sholat itu yang MERINGANKAN BEBAN. Badan ini kita paksa nanti akan terbiasa. Dan moment sholat itu saat paling tepat kita minta hajat dikabulkan. Apapun itu.. pengen rumah segera terjual agar lunas utang. Hajarrr terus doa itu tanpa putus pak, siang malam sampai nangis-nangis.. mosok sih Allah gak kirim pembelinya..?”
Saya menjelaskan niru gaya para ustadz-ustadz yang ngehits di youtube itu..
“Iya ya mas.. pantes hati ini gelisah terus, dikejar utang siang malam, diteror debt collector.. saya gampang menyerah dalam ibadah..” suaranya mulai melunak..
“Semua butuh proses pak, gak ada yang instan.. disinilah momen kita bisa makin mendekat kepada Allah. Kebuntuan utang ini jadikan jalannya... sampai akhirnya nanti berakhir manis. Coba lihat getuk goreng ini pak.. sebelum bapak jual, berapa banyak prosesnya.. dicabut dari tanah, dikuliti, dikukus, ditumbuk, dikasih warna dan rasa, digoreng hingga mendidih, ditiriskan... baru dihidangkan dengan manis dan laku dijual. Gak ada getuk goreng tumbuh langsung dari tanah langsung dipasang di etalase.. ikuti prosesnya pak, dengan sabar, dan bersandar total kepada ALLAH.. jangan pernah berharap pada manusia, akan banyak kecewanya....”
Pak Agus tersenyum ketika saya pamit menyalaminya, obrolan singkat yang semoga jadi penyuntik energi untuknya.. saya selesaikan transaksi dan memutar mobil untuk meluncur kembali ke Jogjakarta..
Dari puluhan toko oleh-oleh berderet-deret di Sokaraja ini semua hanya urusan dunia. Bisnis yang dibuka bisa jadi dua jalan.. menjadi alat mengejar nafsu dunia saja, atau jadi wasilah pengumpul pahala untuk bekal di akherat nantinya..
Mumpung masih di dunia, saatnya kita mengumpulkan bekal perjalanan abadi sebanyak-banyaknya agar kelak disana tidak terlunta-lunta..
Mulai hari ini.. 
Mulai saat ini.. 
Nunggu apalagi?
@Saptuari

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apakah umat islam menyembah Ka'bah?

Masya Allah, 1400 tahun lalu proses penciptaan manusia sudah diketahui

Ternyata nama " Jakarta" berasal dari Al qur'an!!!

Mengenal lebih dekat Ustadz Abdul Somad, Lc, MA

Cukuplah kematian sebagai pemberi nasehat