Ada apa dengan masjid sekarang ini?

Pengertian masjid
Ini kami kutip dari sebuah situs online.
Secara bahasa, kata masjid (مَسْجِدٌ) adalah tempat yang dipakai untuk bersujud. Kemudian maknanya meluas menjadi bangunan khusus yang dijadikan orang-orang untuk tempat berkumpul menunaikan shalat berjama’ah. Az-Zarkasyi berkata, “Manakala sujud adalah perbuatan yang paling mulia dalam shalat, disebabkan kedekatan hamba Allah kepada-Nya di dalam sujud, maka tempat melaksanakan shalat diambil dari kata sujud (yakni masjad = tempat sujud). Mereka tidak menyebutnya مَرْكَعٌ (tempat ruku’) atau yang lainnya. Kemudian perkembangan berikutnya lafazh masjad berubah menjadi masjid, yang secara istilah berarti bengunan khusus yang disediakan untuk shalat lima waktu. Berbeda dengan tempat yang digunakan untuk shalat ‘Id atau sejenisnya (seperti shalat Istisqa’) yang dinamakan اَلْمُصَلَّى (mushallaa = lapangan terbuka yang digunakan untuk shalat ‘Id atau sejenisnya). Hukum-hukum bagi masjid tidak dapat diterapkan pada mushalla[2].[3]
Istilah masjid menurut syara’ adalah tempat yang disediakan untuk shalat di dalamnya dan sifatnya tetap, bukan untuk sementara [4].
Pada dasarnya, istilah masjid menurut syara adalah setiap tempat di bumi yang digunakan untuk bersujud karena Allah di tempat itu[5]. Ini berdasarkan hadits Jabir Radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda.
وَ جُعِلَتْ لِيَ اْلأَرْضُ مَسْجِدًاوَطَهُوْرًا، فَأَيُّمَا رَجُلٍ مِنْ أُمَّتِيْ أَدْرَكَتْهُ الصَّلاَةُ، فَلْيُصَلِّ
..Dan bumi ini dijadikan bagiku sebagai tempat shalat serta sarana bersuci (tayammum). Maka siapa pun dari umatku yang datang waktu shalat (di suatu tempat), maka hendaklah ia shalat (di sana).[6]
Ini adalah kekhususan Nabi kita Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ummatnya. Sementara para Nabi sebelum beliau hanya diperbolehkan shalat di tempat tertentu saja, seperti sinagog dan gereja. [7]
Dari Abu Dzar Radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda :
وَاَيْنَمَاأَدْرَكَتْكَ الصَّلاَةُ فَصَلِّ، فَهُوَمَسْجِدٌ
Dan di tempat mana saja waktu shalat tiba kepadamu, maka shalatlah, karena tempat itu adalah masjid. [8]
Imam an-Nawawi rahimahullah berkata, “Hadits itu menunjukkan dibolehkannya shalat di semua tempat, kecuali yang dikecualikan oleh syara’. Tempat yang dikecualikan tersebut adalah pekuburan dan tempat selainnya yang bernajis seperti tempat sampah dan pejagalan (tempat penyembelihan hewan). Demikian pula tempat yang dilarang untuk melakukan shalat dikarenakan alasan tertentu yang lain. Yang terakhir ini semisal tempat unta-unta menderum, dan lain-lainnya seperti di tengah jalan, di kamar mandi (sekalipun suci), dan tempat selain itu. Alasannya adalah karena ada hadits yang melarangnya. [9]

Dakwah Rasulullah SAW di Mekkah
Rasulullah diangkat menjadi Rasul ketika berumur 40 tahun di kota Mekkah. Pada waktu itu, kondisi Mekkah tidak seperti hari ini. Dari banyak literatur disebutkan bahwa Mekkah, tepatnya di sekeliling Ka'bah pada waktu itu dipenuhi oleh patung patung yang disembah kaum Jahiliyah. Hal ini yang membuat Muhammad waktu itu merasa gusar, ataupun gelisah terhadap keadaan itu. Singkat cerita, beliau mengasingkan diri ke Gua Hira, lalu disana ditemuin Malaikat Jibril dan menerima wahyu yang pertama. Disini lah awal mula kerasulan Nabi Muhammad SAW. 

Waktu itu belum ada mesjid apapun di Mekkah. Perintah sholat juga belum turun. Adapun yang didakwahkan oleh Rasulullah SAW adalah bagaimana masyarakat Mekkah waktu bisa meninggalkan sesembahan berupa patung patung yang tidak ada manfaatnya itu. Belum ada kewajiban sholat. 

Dakwah Nabi Muhammad SAW sendiri mengalami penolakan yang keras dari masyarakat Mekkah. Untungnya waktu itu, Nabi Muhammad SAW masih memiliki pembela dari kaumnya seperti kakek nya, pamannya dan juga istrinya yang merupakan orang terpandang di kalangan Arab pada waktu itu. Meskipun ancaman terus datang, namun banyak orang orang lemah yang tadinya ditindas di Mekkah, srmakin banyak yang mengikuti ajaran Rasulullah. Kaum Jahiliyah semakin berang. 

Puncak penindasan ini terjadi saat kakek, paman dan istri beliau yang amat dicintai terlebih dahulu di panggil Allah. Dari beberapa buku sirah, disebutkan bahwa tahun tersebut merupakan tahun kesedihan. Saat saat sedih itu, Allah memerintahkan nabi Muhammad SAW untuk Isra' Mi'raj. Saat pelaksanaan Isra' Mi'raj itulah Allah mewajibkan perintah Sholat kepada Nabi Muhammad saw. 

Masjid yang dibangun Rasulullah SAW 
Perlawanan kaum Jahiliyah Mekkah semakin keras. Pengikut Nabi Muhammad SAW semakin dianiaya. Banyak yang menderita bahkan banyak pula yang sampai terbunuh. Setelah beberapa waktu dianiaya oleh kaum Jahiliyah Mekkah, akhirnya Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad SAW dan pengikutnya untuk hijrah ke Madinah. Saat perjalanan hijrah inilah, Nabi Muhammad SAW dan abu bakar ra mendirikan mesjid yang pertama yaitu masjid Quba. Masjid Quba didirikan pada tahun 1 Hijriyah atau sekitar 622 M. Di tempat ini Nabi Muhammad SAW beristirahat selama beberapa hari dan melaksanakan sholat. Masjid ini berjarak sekitar 2 mil dari kota Madinah. 

Masjid sebagai Center of activity
Setelah merasa aman dari kejaran musuh, Nabi Muhammad SAW melanjutkan perjalanan hijrah nya ke Madinah dan sampai di Madinah dengan selamat serta di sambut dengan meriah oleh warga Madinah. Setelah beristirahat, Nabi Muhammad SAW dan sahabatnya langsung mendirikan masjid yang kita kenal sebagai Masjid Nabawi. Di masjid ini lah Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya melaksanakan aktivitas nya sehari hari.

Fungsi Masjid di zaman Rasulullah 
Setidaknya ada beberapa fungsi masjid di zaman Rasulullah, tentu saja masjid yang dimaksud adalah Masjud Nabawi. Selain untuk melaksanakan sholat wajib dan sholat sunnah, setidaknya ada fungsi lain dari masjid nabawi yaitu

1.fungsi politik
Masjid Nabawi waktu itu digunakan untuk menyusun strategi perang. Kita tahu di zaman nabi, ada banyak perang besar maupun kecil yang dilakukan oleh nabi dan sahabatnya. Perang yang dimaksud adalah perang untuk memerangi orang orang yang mengganggu dakwah islam.
2.fungsi social
 Masjid Nabawi waktu itu juga digunakan untuk menampung fakir miskin. Kita tahu dari beberapa penjelasan sirah, ada beberapa sahabat yang tidak memiliki rumah dan tinggal di Masjid Nabawi
3.fungsi kesehatan
Masjid Nabawi juga digunakan sebagai tempat untuk mengobati korban perang
4.fungsi ekonomi
Ada beberapa fungsi ekonomi yang dilakukan di masjid nabawi yaitu 
a.sebagai tempat menghimpun zakat. Zakat yang dihimpun kemudian segera disalurkan kepada yang berhak.
b. tempat melatih orang-orang miskin di jaman itu untuk digembleng menjadi entrepreneur;
5. Fungsi pendidikan
Masjid Nabawi digunakan nabi Muhammad SAW untuk membina para sahabatnya. 
dan funsi-fungsi masjid Nabawi lainnya, yang jelas, Masjid Nabawi merupakan masjid yang diperuntukan sebagai pusat “central” kegiatan dari berbagai denyut kehidupan pada Masa Rasulullah SAW beserta sahabatnya

Fungsi Masjid di zaman now
Dari pengamatan beberapa mesjid yang ada sekarang, nampaknya ada beberapa fungsi mesjid yang hilang di masyarakat. Masjid masih digunakan untuk sholat, untuk mengumpulkan zakat, ngajar baca Al qur'an dll, namun Masjid kehilangan fungsinya untuk membina masyarakat. Fakta sekarang, berapa banyak orang yg lebih mempercayai TV ketimbang prrcaya kepada apa yang dilakukan Mesjid. Tak jarang ada orang yang mencurigai masjid. 
Kenapa bisa terjadi?
Salah satu alasannya adalah, masjid hanya digunakan sebagai tempat "ibadah" saja, sedangkan urusan dunia tidak dibahas di masjid. Kita hanya melaksanakan sholat saja tetapi amaliyah kita jauh dari masjid. 
Betapa pengumuman tentang dana infaq yang terkumpul tiap minggu nya, diumumkan jumlah nya dengan jumlah sekian, tapi penyalurannya tidak digunakan sesuai posnya. Betapa kita menimbun uang tersebut, karena dana nya akan digunakan untuk menghias masjid, padahal ada masyarakat sekitar masjid yang memang membutuhkan uang, tapi tidak diberikan infaq oleh mesjid. 
Ironi memang. Kita cenderung senang menghias mesjid, tapi kita lupa kewajiban pada tetangga sebelah mesjid. Kita lupa pada masyarakat yang sebenarnya kehidupannya miskin. Wajar bila di zaman now, banyak orang yang tidak care terhadap mesjid. Oleh karena itu, mindset pengelolaan masjid harus segera dibenahi agar keberadaan masjid bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.  Di beberapa masjid sudah dilakukan pembinaan yang intensiv. Salah satu contoh mesjid tersebut adalah masjid Jogokariyan di Yogyakarta. Info lengkapnya bisa di cek disini

Mudah mudahan info ini bisa bermanfaat!
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

BTemplates.com

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.
  • ()